Manusia, makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok, dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.
DALAM PANDANGAN AGAMA ISLAM
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya: “Sesungguhnya
Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, gunung-gunung, maka
semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan
mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia, Sesunggunya
manusia itu amat zalim dan bodoh” (QS. Al-Ahdzab ; 72)
Amanat
yang diberikan kepada manusia itu adalah akal dan amanat untuk
mengemban kewajiban dari Allah SWT. Jadi manusia adalah satu-satunya
makhluk hidup yang dibebani kewajiban untuk mentaati dan mematuhi Allah
dan RasulNya. Untuk itu Allah SWT memberikan kekuatan akal guna untuk
membedakan mana yang salah dan mana yang benar, mana yang baik dan mana
yang buruk.
Jadi manusia adalah makhluk hidup yang
berakal, manusia diberikan oleh Allah SWT kemampuan untuk dapat belajar
dan mengembangkan segala macam ilmu pengetahuan, karena itulah ilmu
manusia akan terus bertambah dari masa ke masa. Seiring berkambangna
ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh manusia, maka semakin pintar
pula manusam semua pertanyaan yang ada dalam kehidupan ini dapat mereka
jawab, namun ada satu pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh manusia
itu sendiri, dan anehnya pertanyaan itu adalah sesuatu yang paling dekat
dengan manusia itu sendiri, yaitu tentang dirinya sendiri.
Sejak puluhan abad silam, para ilmuan telah berusaha menjawab pertanyaan ini, hingga muncullah Dr. Alexis Carerel (1973-1944), seorang ahli bedah Perancis yang melakukan studi mendalam tentang hakikat manusia, akan tetapi dia tidak mampu memahaminya persis seperti para ilmuan lainnya yang juga tidak mampu memahaminya. Pada akhirnya dia menulis sebuah buku, jika diterjemahkan berjudul “Manusia, makhluk tak dikenal”. Dalam buku itu dia menguraikan :
“manusia tidak mengenali dirinya sendiri dan tifak kunjung mengenalnya
hingga beberapa abad. Sampai detik inipun kita tidak mengetahui hakikat
kita sebagai manusia, kecuali pengetahuan seperti yang sudah diketahui
oleh seorang primitive”.
“kita telah mampu merakit
aneka benda dan kita sudah mengetahui segala sesuatu yang ada dimuka
bumi ini, kecuali diri kita sendiri. Setiap diri manusia mengandung
hal-hal yang misterius”.
Allah SWT memberitahu para hambanya dalam firmanNya yang artinya : “Dan
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang
dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat
lehernya” (QS. Qaaf : 16)
Adakah seseorang diantara kita yang membantah firman Allah SWT yang berbunyi “Dan sesunggunya telah Kami ciptakan manusia”, lalu berkata kepadanya, tidak! Sayalah yang menciptakan manusia.
Tidak
akan pernah ada seorang pun diantara kita yang membantah firmah Allah
SWT tentang ini, Nah, jika suatu masalah tidak terbantahkan, maka
selesailah permasalahan tersebut. Selama Allah SWT yang menciptakan
manusia maka kita pasti akan menemukan rahasia-rahasia penciptaan
manusia dalam kitab-Nya, yakni Al-Qur’an, dan juga wahyu yang disampaika
kepada Rasul-Nya, yaitu Hadits Nabi SAW.
Kita
semua pasti bisa mengetahui siapa manusai itu sebenrnya jika kita
merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an, kitab Allah sang pencipta manusia, maka
definisi manusia adalah :” manusia sebagai makhluk hidup yang berakal;
tidak berwujud fisik; bersifat kekal -tidak bisa mati- karena roh kekal;
dan tidak terbatas oleh waktu”.
Manusia bukanlah fisiknya, fisik itu adalah raga manusia. Lantas manakah yang disebut manusia ??
Manusia
sejati adalah jati diri manusia yang senantiasa sadar, berakal, hidup,
kekal, serta bersifat nonfisik. Ketika jati diri yang tidak berwujud
fisik ini dikehendaki oleh Allah SWT hidup di dunia ini, maka Allah SWT
pun memberinya kenderaan yang berupa fisik, yang pas dengan kondisi
medan dan kondisi lingkungan hidup di dunia ini.
Dan
apabila fisik yang berwujud materi itu mati, raga pun kembali menjadi
tanah, asal penciptanya. Sebab ia adalah tanah yang akan kembali ke
tanah.
Manusia hanya bisa mengetahui hakikat penciptaan dirinya apabila dia mengenali jati dirinya yang terdiri atas jiwa, akal, dan roh, itulah ketiga potensi nonfisik yang membentuk manusia sejati, yang kemudian disusun dan bersemayam dalam materi berwujud fisik, yaitu raga manusia yang hidup di dunia ini.
Karena
itulah raga manusia berbeda beda antara satu dengan yang lainnya, baik
warna kulitnya maupun bentuk tubuhnya, sesuai dengan kehendak dan
kebijaksanaan Allah SWT.
DALAM PANDANGAN AGAMA KATHOLIK
Meskipun Alkitab sudah menjelaskan siapa Manusia tetapi masih banyak perdebatan-perdebatan
yang belum tuntas sampai hari ini. Manusia adalah ciptaan Allah yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Yang menjadi perdebatan teolog adalah elemen dari manusia. Sehigga lahirlah dikotomi dan trikotomi. Biasanya pertanyaan manakan yang paling benar? Sebelum saya jawab, saya akan menjelaskan teori Dikotomi dan Trikotomi:
yang belum tuntas sampai hari ini. Manusia adalah ciptaan Allah yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Yang menjadi perdebatan teolog adalah elemen dari manusia. Sehigga lahirlah dikotomi dan trikotomi. Biasanya pertanyaan manakan yang paling benar? Sebelum saya jawab, saya akan menjelaskan teori Dikotomi dan Trikotomi:
A. Dikotomi mengakui hanya ada batiniah dan lahiriah, karena roh dan jiwa adalah batiniah. Fakta-fakta yang mereka buat
- Allah menghembuskan dalam manusia satu prinsip saja, yaitu jiwa yang hidup. Dalam Kitab Ayub 27:3 "Hidup", (dalam terjemahan baru disebut "nafas"), dan "roh" nampaknya dipertukarkan (lihat Ayub 33:18).
- Istilah "jiwa" (hati) dan "roh" nampaknya dapat dipertukarkan dalam beberapa ayat: (Kejadian 41:8 danm Mazmur 42:6; Matius 20:28 dan 27:20; Yohanes 12:27 dan 13:21).
Penekannya
adalah jiwa dan roh adalah satu karena hanya satu yang dihembuskan Allah
untuk membuat manusia itu hidup. Ibu sebabnya menurut dikotomi manusia
hanya terdiri dari Batiniah dan Lahiriah.
B. Trikotomi mengakui ada Roh, Jiwa dan Tubuh adalah satu. Berikut adalah faktanya:
- Kejadian 2:7 ridak menyatakan secara tegas bahwa Allah menciptakan suatu wujud ganda. Naskah Ibrani mengunakan kata jamak. (Hidup-hidup), tetapi perlu diperhatikan bahwa tidak dikatakan menjadi roh dan jiwa, tetapi 'menjadi makluk hidup".
- Paulus memilik paham ini, ia memisahkan tubuh, jiwa, roh (1 Tesalonika 5:23) dan ini tersirat dalam Ibrani 4:12: "mimisahkan roh dan jiwa"
Jadi orang trikotomi membedakan Roh dan Jiwa. Jadi manusia terdiri dari tiga elemen tubuh, jiwa, roh.
Kedua
teori ini sumbernya Alkitab dan mengunakan ayat Alkitab, Jika demikian
yang manakah yang benar? Saya menjawab dua-duanya adalah benar.
Alasannya adalah orang Yahudi mengakui trikotomi, sedangkan orang Yunani
mengakui Trikotomi. Kalau anda perhatikan ayat-ayat yang dikutip oleh
dikotimi, jarang dari Tulisan Paulus, Paulus pelayanan bukan kepada
orang yahudi tetapi bangsa-bansa non-Yahudi. Orang-orang yang dilayani
oleh Rasul Paulus mayoritas dipengaruhi kebudayaan Yunani. Itu sebabnya
Rasul Paulus berbicara Trikotomi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar